Sabtu, 25 Januari 2014

Jokowi vs Megawati


kampung melayu terkini


Kampung Melayu, Simatupang, & Titik Banjir Lainnya

Kampung Melayu, Simatupang, & Titik Banjir Lainnya
Banjir di jalur Kampung Melayu-Tebet setinggi lutut orang dewasa, 13 Januari 2013. Foto pembaca (Twitter @chenn_chenn)
TEMPO.CO, Jakarta - Hujan seharian yang mengguyur Jakarta sejak Ahad 12 Januari hingga Senin 13 Januari telah membuat  genangan banjir di mana-mana. Beberapa ruas yang jarang banjir pun ikut tergenang.

Jalur Kampung Melayu-Tebet di dekat kawasan Gudang Peluru, misalnya sejak pukul 04.00 sudah tak bisa dilewati kendaraan. Daerah itu terendam banjir setinggi lutut orang dewasa. "Sudah tak bisa dilewati kendaraan," kata Chen chen lewat akun Twitternya @chenn_chenn. (Baca: Pintu Air Karet Sudah Siaga I)

Daerah ini bisa tak digenangi banjir parah, kecuali pada saat banjir besar pada 2007. Saat itu banjir setinggi semeter dan membuat banyak bus dan kendaraan terjebak. 

Di kampung-kampung sekitar bantaran Sungai Ciliwung di Kampung Melayu banjir sudah parah. Bahkan ada yang setinggi satu meter. Di rumah susun Bidara Cina banjir juga sudah selutut orang dewasa.

Kawasan yang parah terkena banjir lainnya adalah di di Kompleks Puri Kartika Baru Ciledug sepinggang orang dewasa. Komplek sudah di kosongkan pemilik. Wilayah lain yang terkena banjir parah adalah Jatiasih. (Baca: 387 Warga Kampung Pulo Mulai Mengungsi)

Berikut ini daerah banjir yang cukup parah yang mesti dihindari versi Traffic Management Centre Polda Metro Jaya (Air Kiriman dari Bogor Tiba di Manggarai Pukul 2):

04.57 Banjir 25-35 cm di depan Citraland Grogol.

04.57 Jl. Tubagus Angke arah Pesing Jakbar Banjir 30-40  cm

04.53 Jl. Lebak Bulus III dan Jl.H.Ipin Jak-Sel Banjir 20-30 cm

04.50 Jl. Kebon Pala Pala 1 Banjir menggenangi rumah warga sekitar 1 meter, air terus merangkak naik

04.40 Banjir 30- 40 cm -Jl.Daan Mogot Depan SPBU dekat Samsat Jak-Bar

04.33 Banjir di Kompleks PuriKartika Baru Ciledug sepinggang orang dewasa. Komplek sudah di kosongkan pemilik.

04.35 Jalan TB Simatupang Banjir 40 - 120 cm di depan Graha Simatupang , Plaza Oleos, dan dkt Rumah PAN lalin tdk bisa dilintasi

04.30 Jalan komplek Departemen Luar Negeri (depan kampus Budi Luhur) banjir dengan ketinggian 50 cm semalam hingga sekarang belum surut.

04.30 Pasar lenteng Agung Jl. Jagakarsa Jaksel banjir

04.25 Banjir 10-15 cm di kedua arah lajur kiri Tol Jagorawi KM 04 Taman Mini.

04.15 Villa Nusa Indah Jatiasih terendam banjir sejak jam 18.00 sampai berita ini diturunkan belum surut

Rusun Bidaracina banjir selutut orang dewasa http://pic.twitter.com/li8gKpAwJv

04.15 banjir setinggi org dewasa di Kampung Baru 5 Ulujami, cuaca gerimis http://pic.twitter.com/rzzMjZEb8Z

04:08 Kp melayu arah tebet Air setinggi betis orang dewasa http://pic.twitter.com/2dS19ZzDR2

04.00 Jl. Raya Hek Jak-Tim depan Blue Bird Lumpuh, banjir setinggi pinggang org dewasa.13012014 http://pic.twitter.com/P6QCgf4idD

banjir bekasi

Banjir di Bekasi, Ada Kompleks Perumahan yang Tenggelam 1 Meter

Sabtu, 18 Januari 2014 | 04:44 WIB
TWITTER Proses evakuasi oleh Basarnas di Perumahan Mas Naga, Bintara Jaya, Bekasi, Sabtu (18/1/2014) dini hari. Foto diambil dari Twitter @ranger_id via Twitter TMC Polda Metro Jaya.


JAKARTA, KOMPAS.com
- Beberapa kompleks perumahan yang berada di daerah Bekasi, Jawa Barat, turut terendam banjir pada Sabtu (18/1/2014) dini hari.

Hujan yang turun deras, membuat perumahan di sana terendam air dengan ketinggian ada yang mencapai 100 cm atau 1 meter.

Foto berbagai kondisi kompleks perumahan yang direndam air itu dilaporkan sejumlah orang di jejaring sosial Twitter.

Berikut beberapa rangkuman, berdasarkan laporan TMC Polda Metro Jaya, melalui akun twitter @TMCPoldaMetro, Sabtu mulai pukul 01.00:
- Kondisi banjir Perumahan Bintang Metropol, Bekasi

-Banjir 30-40 cm di dalam rumah & di luar rumah 60 cm di Kartika Cibitung Kabupaten Bekasi

-Banjir di Perumahan Dania Bekasi Timur

-Banjir 80-100 cm di Perumahan Masnaga, Bintara, Bekasi

-Banjir 50-60 cm di Perumahan Taman Narogong Indah Bekasi Timur

-Banjir 50 cm di Perumahan Griya Asri 1 Tambun Bekasi

-Banjir 50 cm di Perumahan Harapan Baru Regency Bekasi

-Banjir 60-80 cm di Perumahan Mangun Jaya 2 Tambun Bekasi

Pantauan Kompas.com, banjir juga mulai melanda perumahan Griya Bintara Indah. Sejak sekitar pukul 00.00, air telah menggenangi setinggi sekitar 75. Sebagian rumah tergenang air selututu kaki. Menurut salah satu warga yang juga wartawan Kompas, Marcus Suprihadi, penghuni kompleks telah memindahkan mobilnya ke tempat aman yang lebih tinggi untuk mengantisipasi kenaikan air.

Laporan lainnya, banjir juga sudah melanda perumahan Duta Kranji akibat luapan Kali Baru.

INFORMASI BANJIR ON LINE

Pedoman Penanggulangan Banjir

Pedoman Banjir
Latar Belakang
Bencana banjir merupakan kejadian alam yang dapat terjadi setiap saat dan sering mengakibatkan kehilangan jiwa, kerugian harta, dan benda. Kejadian banjir tidak dapat dicegah, namun dapat dikendalikan dan dikurangi dampak kerugian yang diakibatkannya.
Karena datangnya relatif cepat, untuk mengurangi kerugian akibat bencana tersebut perlu dipersiapkan penanganan secara cepat, tepat, dan terpadu. Sebagian tugas Dinas dan/atau Badan Hukum yang mengelola Wilayah Sungai adalah melaksanakan pengendalian banjir dan penanggulangan kekeringan. Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut diperlukan Pedoman Teknis Menejemen Banjir.
Maksud dan Tujuan
Pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan kerja Dinas dan/atau Badan Hukum yang mengelola wilayah sungai dan instansi lain dalam menyelenggarakan kegiatan manajemen banjir agar dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, dan berhasil guna; sesuai dengan pola pengelolaan wilayah sungai. Pedoman ini digunakan bersama pedoman lain yang terkait dengan maksud saling melengkapi.
Tujuan pedoman ini adalah terselenggaranya manajemen banjir yang menyeluruh dan terpadu dalam sistem wilayah sungai, sehingga korban jiwa, kerusakan atau kerugian harta benda dan/atau kerusakan lingkungan sebagai dampak tak terkendalinya daya rusak air dapat dicegah dan dihindari, atau diusahakan menjadi seminimal mungkin.
Ruang Lingkup
Ruang Lingkup pedoman ini mencakup pengendalian banjir dan penanggulangan bencana banjir, terdiri dari pokok bahasan yang menyangkut pengertian, kelembagaan, manajemen, pendanaan, dan koordinasi.
Pengertian
Dalam pedoman ini yang dimaksud dengan:
1. Sungai adalah tempat-tempat dan wadah-wadah air termasuk sumber daya alam non hayati yang terkandung di dalamnya, serta jaringan pengaliran air mulai dari mata air sampai muara dengan dibatasi kanan dan kirinya serta sepanjang pengalirannya oleh garis sempadan.
2. Wilayah sungai adalah kesatuan wilayah pengelolaan air permukaan dalam satu atau lebih Daerah Aliran Sungai.
3. Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah sebuah kawasan yang dibatasi oleh pemisah topografis, yang menampung, menyimpan, dan mengalirkan air ke anak sungai dan sungai utama yang bermuara ke danau atau laut.
4. Palung sungai adalah cekungan yang terbentuk oleh aliran air secara alamiah atau buatan manusia untuk mengalirkan air dan sedimen.
5. Garis sempadan sungai adalah garis maya batas luar pengamanan sungai.
6. Daerah sempadan adalah lahan yang dibatasi oleh garis sempadan dengan kaki tanggul sebelah luar atau antara garis sempadan dan tebing tinggi untuk sungai yang tidak bertanggul.
7. Bantaran sungai adalah lahan pada kedua sisi sepanjang palung sungai, dihitung dari tepi sungai sampai dengan kaki tanggul sebelah dalam
8. Daerah manfaat sungai adalah mata air, palung sungai, dan daerah sempadan yang tidak dibebaskan.
9. Daerah penguasaan sungai adalah dataran banjir, daerah retensi, bantaran, atau daerah sempadan yang tidak dibebaskan
10. Daerah retensi adalah lahan yang ditetapkan untuk menampung air banjir untuk sementara waktu.
11. Dataran banjir adalah lahan yang pada waktu-waktu tertentu terlanda atau tergenang air banjir.
12. Banjir adalah suatu keadaan sungai di mana aliran airnya tidak tertampung oleh palung sungai.
13. Pengendalian banjir adalah upaya fisik dan nonfisik untuk pengamanan banjir dengan debit banjir sampai tingkat tertentu yang layak (bukan untuk debit banjir yang terbesar).
14. Penanggulangan banjir adalah segala upaya yang dilakukan agar banjir tidak menimbulkan gangguan dan kerugian bagi masyarakat, atau untuk mengurangi dan menekan besarnya kerugian yang ditimbulkan oleh banjir.
15. Debit banjir rencana adalah debit banjir yang dipakai untuk dasar perencanaan pengendalian banjir dan dinyatakan menurut kala ulang tertentu. Besarnya kala ulang ditentukan dengan mempertimbangkan segi keamanan dengan risiko tertentu serta kelayakannya, baik teknis maupun lingkungan.
16. Bangunan sungai adalah bangunan air yang berada di sungai, danau, dan/atau di daerah manfaat sungai; yang berfungsi untuk konservasi, pendayagunaan, dan pengendalian sungai.
17. Mitigasi bahaya banjir (flood damage mitigation) adalah upaya menekan besarnya kerugian/bencana akibat banjir.
18. Pengelolaan dataran banjir (flood plain management) adalah pengelolaan dataran banjir sedemikian rupa sehingga meminimal akibat banjir yang mungkin terjadi.
19. Bahan banjiran adalah bahan yang diperlukan untuk penanggulangan darurat kerusakan yang disebabkkan oleh banjir termasuk tanah longsor karena banjir.
20. Daerah tangkapan air (catchment area) adalah daerah resapan air dari suatu daerah aliran sungai.
Manajemen Banjir
Pengendalian Banjir
Pengendalian banjir dimaksudkan untuk memperkecil dampak negatif dari bencana banjir, antara lain: korban jiwa, kerusakan harta benda, kerusakan lingkungan, dan terganggunya kegiatan sosial ekonomi.
Prinsip Pengendalian Banjir
a. Menahan air sebesar mungkin di hulu dengan membuat waduk dan konservasi tanah dan air.
b. Meresapkan air hujan sebanyak mungkin ke dalam tanah dengan sumur resapan atau rorak dan menyediakan daerah terbuka hijau.
c. Mengendalikan air di bagian tengah dengan menyimpan sementara di daerah retensi.
d. Mengalirkan air secepatnya ke muara atau ke laut dengan menjaga kapasitas wadah air.
e. Mengamankan penduduk, prasarana vital, dan harta benda.
Strategi Pengendalian Banjir
Dalam melakukan pengendalian banjir, perlu disusun strategi agar dapat dicapai hasil yang diharapkan. Berikut ini strategi pengendalian banjir.
a. Pengendalian tata ruang
Pengendalian tata ruang dilakukan dengan perencanaan penggunaan ruang sesuai kemampuannya dengan mepertimbangkan permasalahan banjir, pemanfaatan lahan sesuai dengan peruntukannya, dan penegakan hukum terhadap pelanggaran rencana tata ruang yang telah memperhitungkan Rencana Induk Pengembangan Wilayah Sungai.
b. Pengaturan debit banjir
Pengaturan debit banjir dilakukan melalui kegiatan pembangunan dan
pengaturan bendungan dan waduk banjir, tanggul banjir, palung sungai,
pembagi atau pelimpah banjir, daerah retensi banjir, dan sistem polder.
c. Pengaturan daerah rawan banjir
• pengaturan tata guna lahan dataran banjir (flood plain management).
• penataan daerah lingkungan sungai, seperti: penetapan garis sempadan sungai, peruntukan lahan di kiri kanan sungai, dan penertiban bangunan di sepanjang aliran sungai.
d. Peningkatan peran masyarakat
Peningkatan peran serta masyarakat diwujudkan dalam:
o pembentukan forum peduli banjir sebagai wadah bagi masyarakat untuk berperan dalam pengendalian banjir.
o bersama dengan Pemerintah dan pemerintah daerah dalam menyusun dan menyosialisasikan program pengendalian banjir.
o menaati peraturan tentang pelestarian sumber daya air, antara lain tidak melakukan kegiatan kecuali dengan ijin dari pejabat yang berwenang untuk:
• mengubah aliran sungai;
• mendirikan, mengubah atau membongkar bangunan-bangunan di dalam atau melintas sungai;
• membuang benda-benda atau bahan-bahan padat dan/atau cair ataupun yang berupa limbah ke dalam maupun di sekitar sungai yang diperkirakan atau patut diduga akan mengganggu aliran; dan
• pengerukan atau penggalian bahan galian golongan C dan/atau bahan lainnya.
e. Pengaturan untuk mengurangi dampak banjir terhadap masyarakat
o penyediaan informasi dan pendidikan;
o rehabilitasi, rekonstruksi, dan/atau pembangunan fasilitas umum;
o melakukan penyelamatan, pengungsian, dan tindakan darurat lainnya;
o penyesuaian pajak; dan
o asuransi banjir.
f. Pengelolaan daerah tangkapan air
o pengaturan dan pengawasan pemanfaatan lahan (tata guna hutan, kawasan budidaya, dan kawasan lindung);
o rehabilitasi hutan dan lahan yang fungsinya rusak;
o konservasi tanah dan air, baik melalui metoda vegetatif, kimia, maupun mekanis;
o perlindungan/konservasi kawasan–kawasan lindung.
g. Penyediaan dana
o pengumpulan dana banjir oleh masyarakat secara rutin dan dikelola sendiri oleh masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir;
o penggalangan dana oleh masyarakat umum di luar daerah yang rawan banjir; dan
o penyediaan dana pengendalian banjir oleh Pemerintah dan pemerintah daerah.
Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Banjir
Tahap sebelum terjadi banjir
Kegiatan yang dilakukan adalah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bahaya banjir, meliputi:
1. penyebarluasan peraturan perundang-undangan atau informasi-informasi, baik dari Pemerintah maupun pemerintah daerah, berkaitan dengan masalah banjir;
2. pemantauan lokasi-lokasi rawan (kritis) secara terus-menerus;
3. optimasi pengoperasian prasarana dan sarana pengendali banjir;
4. penyebarluasan informasi daerah rawan banjir, ancaman/bahaya, dan tindakan yang harus diambil oleh masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana;
5. peningkatan kesiapsiagaan organisasi dan manajemen pengendalian banjir dengan menyiapkan dukungan sumber daya yang diperlukan dan berorientasi kepada pemotivasian individu dalam masyarakat setempat agar selalu siap sedia mengendalikan ancaman/bahaya;
6. persiapan evakuasi ke lokasi yang lebih aman;
7. penyediaan bahan-bahan banjiran untuk keadaan darurat, seperti: karung plastik, bronjong kawat, dan material-material pengisinya (pasir, batu ,dan lain-lain), dan disediakan pada lokasi-lokasi yang diperkirakan rawan/kritis;
8. penyediaan peralatan berat (backhoe, excavator, truk, buldozer, dan lain-lain) dan disiapsiagakan pada lokasi yang strategis, sehingga sewaktu-waktu mudah dimobilisasi;
9. penyiapan peralatan dan kelengkapan evakuasi, seperti: speed boat, perahu, pelampung, dan lain-lain.
Saat terjadi banjir
Kegiatan yang dilakukan dititikberatkan pada:
1. Penyelenggaraan piket banjir di setiap posko.
2. Pengoperasian sistem peringatan banjir (flood warning system)
o Pemantauan tinggi muka air dan debit air pada setiap titik pantau.
o Melaporkan hasil pemantauan pada saat mencapai tingkat siaga kepada dinas/instasi terkait, untuk kemudian diinformasikan kepada masyarakat sesuai dengan Standar Prosedur Operasional Banjir.
3. Peramalan
Peramalan banjir dapat dilakukan dengan cara:
 analisa hubungan hujan dengan banjir (rainfall – runoff relationship),
 metode perambatan banjir (flood routing),
 metode lainnya.
4. Komunikasi
Sistim komunikasi digunakan untuk kelancaran penyampaian informasi dan pelaporan, dapat menggunakan radio komunikasi, telepon, faximili, dan sarana lainnya.
5. Gawar/Pemberitaan Banjir (Pemberitaan)
Gawar/pemberitaan banjir dilakukan dengan sirine, kentongan, dan/atau sarana sejenis lainnya dari masing-masing pos pengamatan berdasarkan informasi dari posko banjir.
Penanggulangan Bencana Banjir
Mitigasi
Mitigasi ancaman bahaya banjir dilakukan agar keadaan darurat yang ditimbulkan oleh bahaya banjir dapat diringankan atau dijinakan efeknya melalui:
a. Pengoperasian dan pemeliharaan sarana dan prasarana pengendalian banjir.
b. Perlindungan sumberdaya air dan lingkungan.
Tanggap Darurat
Tanggap darurat ditujukan untuk meningkatkan kemampuan mengatasi keadaan darurat akibat banjir, dilakukan dengan cara:
a. mengerahkan sumber daya, seperti: personil, bahan banjiran, peralatan, dana dan bantuan darurat;
b. menggerakkan masyarakat dan petugas satuan tugas penanggulangan bencana banjir;
c. mengamankan secara darurat sarana dan prasarana pengendali banjir yang berada dalam kondisi kritis; dan
d. mengevakuasi penduduk dan harta benda.
Pemulihan
Pemulihan dilakukan terhadap sarana dan prasarana sumber daya air serta lingkungan akibat bencana banjir kepada fungsi semula, melalui:
a. inventarisasi dan dokumentasi kerusakan sarana dan prasarana sumber daya air, kerusakan lingkungan, korban jiwa, dan perkiraan kerugian yang ditimbulkan;
b. merencanakan dan melaksanakan program pemulihan, berupa: rehabilitasi, rekonstruksi atau pembangunan baru sarana dan prasarana sumberdaya air; dan
c. penataan kembali kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terkena bencana banjir.
Pengawasan
Salah satu tugas dinas dan/atau badan hukum yang mengelola wilayah sungai adalah melaksanakan pengendalian banjir. Agar tugas tersebut dapat terlaksana sebagaimana mestinya, maka diperlukan pengawasan oleh BPBD provinsi (atau Satkorlak) dan BPBD kabupaten/kota (Satlak) yang meliputi:
o pengawasan terhadap dampak dari banjir
o pengawasan terhadap upaya penanggulangannya.
Kelembagaan
Pengaturan
Pengendalian banjir di suatu wilayah sungai diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, atau badan hukum sesuai kewenangan masing-masing, yang pelaksanaannya dikoordinasikan oleh BNPB, BPBD provinsi (atau Satkorlak), dan BPBD kabupaten/kota (Satlak).
Organisasi
Pengendalian banjir merupakan sebagian tugas yang diemban oleh pengelola sumber daya air wilayah sungai. Untuk melaksanakan tugas tersebut, di dalam struktur organisasi pengelola sumber daya air wilayah sungai terdapat unit yang menangani pengendalian banjir.
Tugas-tugas unit yang menangani pengendalian banjir adalah:
a. melaksanakan pengumpulan data, pembuatan peta banjir, penyusunan rencana teknis pengendalian banjir;
b. melaksanakan analisis hidrologi dan penyebab banjir;
c. melaksanakan penyusunan prioritas penanganan daerah rawan banjir;
d. melaksanakan pengendalian bahaya banjir, meliputi tindakan darurat pengendalian dan penanggulangan banjir;
e. menyusun dan mengoperasikan sistem peramalan dan peringatan dini banjir;
f. melaksanakan persiapan, penyusunan, dan penetapan pengaturan dan petunjuk teknis pengendalian banjir; dan
g. menyiapkan rencana kebutuhan bahan untuk penanggulangan banjir.
Sumber Daya Pendukung
Personil
a. Kelompok tenaga ahli
Tenaga ahli yang diperlukan adalah tenaga ahli yang memenuhi kualifikasi di bidang sumber daya air, antara lain: bidang hidrologi, klimatologi, hidrolika, sipil, elektro mekanis, hidrogeologi, geologi teknik, dan tenaga ahli lainnya yang berhubungan dengan masalah banjir.
b. Kelompok tenaga lapangan
Dalam pelaksanaan pengendalian banjir, dibutuhkan petugas lapangan dalam jumlah cukup, utamanya untuk kegiatan pemantauan dan tindakan turun tangan.
Sarana dan Prasarana
Peralatan dan bahan dalam rangka pengendalian banjir terdiri dari:
 peralatan hidrologi dan hidrometri (antara lain: peralatan klimatologi, AWLR, ARR, extensometer);
 peralatan komunikasi (antara lain: radio komunikasi, telepon, faksimili);
 alat-alat berat dan transportasi (antara lain: bulldozer, excavator, truk);
 perlengkapan kerja penunjang (antara lain: sekop, gergaji, cangkul, pompa air);
 perlengkapan untuk evakuasi (antara lain: tenda darurat, perahu karet, dapur umum, obat obatan);
 bahan banjiran (a.l. karung plastik, bronjong kawat, bambu, dolken kayu).
Dana
Dalam pengendalian banjir, diperlukan alokasi dana yang diupayakan selalu tersedia. Dana yang diperlukan tersebut harus dialokasikan sebagai dana cadangan yang bersumber dari APBN, APBD, atau sumber dana lainnya. Dana cadangan disediakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Koordinasi
Lembaga Koordinasi
Berkaitan dengan pengendalian banjir, lembaga koordinasi yang ada adalah Tim Penanggulangan Bencana Alam. Pada tingkat nasional adalah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada tingkat provinsi adalah BPBD provinsi (jika belum dibentuk dikoordinir oleh Satkorlak PB), dan pada tingkat kabupaten/kota adalah BPBD kabupaten/kota (jika tidak dibentuk dikoordinir oleh Satlak PB).
Obyek yang dikoordinasikan dalam pengendalian serta penanggulangan banjir dapat dipisahkan menjadi tahapan sebelum banjir, saat banjir, dan sesudah banjir.
Sebelum Banjir
a. Perencanaan rute evakuasi dan tempat penampungan penduduk.
b. Perencanaan program penyelamatan dan pertolongan kepada masyarakat.
c. Perencanaan rute pengiriman material penanggulangan pada tempat-tempat kritis.
d. Perencanaan rute pengiriman logistik kepada masyarakat.
e. Perencanaan jenis dan jumlah bahan serta peralatan banjiran.
f. Penyiapan sarana dan prasarana pendukung serta Sumberdaya Manusia.
Saat Banjir
a. Evakuasian penduduk sesuai dengan prosedur.
b. Memberikan bantuan kepada penduduk.
Sesudah Banjir
a. Pemulihan kembali pemukiman penduduk, prasarana umum, bangunan pengendali banjir, dan lain-lain.
b. Pengembalian penduduk ke tempat semula.
c. Pengamatan, pendataan kerugian dan kerusakan banjir.
Mekanisme Koordinasi
Koordinasi dalam pengendalian banjir dilakukan secara bertahap melalui BPBD kabupaten (Satlak PB), BPBA, dan BNPB. Dalam forum koordinasi tersebut, dilakukan musyawarah untuk memutuskan sesuatu yang sebelumnya mendengarkan pendapat dari anggota yang mewakili instansi terkait.
Sistem Pelaporan
Dinas/Instansi/Badan hukum pengelola wilayah sungai melaporkan hal-hal sebagai berikut:
a. karakteristik banjir (antara lain: hidrologi banjir, peta daerah rawan banjir, banjir bandang);
b. kejadian banjir (antara lain: waktu, lokasi, lama dan luas genangan banjir);
c. kerugian akibat banjir (antara lain: korban jiwa, harta benda, sosial ekonomi);
d. kerusakan (antara lain: sarana dan prasarana, permukiman, pertanian, perikanan, lingkungan);
e. penanggulangan darurat; dan
f. usulan program pemulihan secara menyeluruh.
Laporan tersebut di atas disampaikan kepada Bupati/Walikota/Gubernur/Menteri sesuai dengan jenis dan tingkatannya.

BANJIR BANDANG

            

ARTIS PALING SENSASIONAL DI INFOTAIMENT

5 Artis Indonesia Paling Sensasional

Artis Paling Sensasi | Oleh Rommy Ramadhan
Posted: 16/10/2012 13:44
5 Artis Indonesia Paling Sensasional
Liputan6.com, Jakarta: Sensasi membuat seorang artis menjadi terkenal. Untuk menuju popularitas atau sekadar menjaga eksistensi, beberapa artis memakai cara menebar sensasi. Meskipun berkesan negatif, tapi popularitas bisa dicapai.
Menebar sensasi demi sebuah popularitas sepertinya sah saja dikalangan selebritas. Berikut ini 5 artis yang selalu menjadi sensasi.

1. Nikita Mirzani

Awal kemunculannya penuh sensasi. Pernyataannya yang blak-blakan selalu menjadi sensasi. Muncul pertama kali sebagai peserta Take Me Out Selebriti, nama Nikita mulai dibicarakan. Namun publik semakin penasaran setelah ia berseteru dengan Kiky The Potters, mantan kekasihnya. Setelah itu, tak ada habisnya Nikita Mirzani menebar sensasi. Dari beredarnya foto-foto nakal dirinya di dunia maya, pengakuan selingkuh dengan Indra Birowo hingga mengaku berpacaran dengan komedian Aming menjadi berita yang membuat dirinya semakin dikenal publik. Cukup berhasil, Nikita pun kebanjiran tawaran film. Kini ia pun menjadi host di sejumlah program televisi. Nikita yang gemar berpakaian seksi juga dijuluki sebagai Ratu Tato karena memiliki banyak tato di sekujur tubuhnya.

2. Syahrini

Sudah lama Syahrini menjadi penyanyi. Namun namanya mencuat sejak berduet dengan Anang yang kala itu baru bercerai dari Krisdayanti. Sejak itu Syahrini pun membuat pencitraan dirinya sebagai artis mahal. Gaya bicaranya diperhalus, padahal sebelumnya tidak seperti itu. Ia pun selalu tampil serba bling-bling. Sejak putus kongsi dengan Anang, Syahrini pun semakin menuai sensasi. Ia merasa dicampakkan begitu saja oleh Anang. setiap hari Syahrini selalu diburu para pencari berita.
Syahrini mempopulerkan kembali beberapa istilah yang sebenarnya sudah beredar di masyarakat, seperti "sesuatu" dan sekarang "cetar". Ia pun menciptakan istilah untuk model rambut Jambul Khaltulistiwa dan Bulu Mata Anti Badai. Kaftan ala Syahrini pun sempat trend tahun lalu. Masyarakat menjuluki Syahrini sebagai Ratu Lebay.
Sempat beredar di dunia maya foto-foto seksi Syahrini mengenakan handuk, lalu foto Syahrini dirangkul mesra oleh Glenn Fredly dan Daniel Mananta. Puncaknya, ketika ia mangaku memiliki kekasih yang selalu disebutnya Bubu. Publik menuntut Syahrini agar menunjukkan sosok Bubu. Akhirnya Syahrini memang memperkenalkan sosok Bubu yang diakuinya sebagai keturunan Raja Malaysia. Namun publik justru mengolok-olok Bubu. Mereka meyakini kalau Bubu hanyalah pria bayaran yang diminta mengaku menjadi kekasih Syahrini. Publik Malaysia pun ikutan menyerang Syahrini. Mereka membongkar kalau Bubu bukanlah keturunan Raja Malaysia, tapi hanya seorang sales. Sepertinya sensasi ini menjadi anti klimaks. Karena kini banyak orang yang membenci Syahrini. Bisa ditebak, Syahrini pun akhirnya mengaku putus dari Bubu, namun kini muncul foto pertunangan Syahrini dengan Bubu. Drama apa lagi yang tengah Syahrini mainkan? Kita tunggu saja.
3. Dewi Perssik
Selepas bercerai dari pedangdut Saipul Jamil, Dewi Perssik selalu menuai sensasi. Dewi Perssik sering kali mengeluarkan pernyataan dengan meletup-letup dan blak-blakan. Goyangannya yang dianggap seksi membuat Dewi Perssik alias DP ini dicekal di sejumlah daerah. Seolah tak peduli dengan pencekalan itu, DP tetap bangga dengan "goyang gergaji"nya. Berita tentang DP pun selalu tentang perseteruannya dengan mantan manager atau artis lain. Ia pernah berseteru dengan Andi Soraya dan Julia Perez yang menjadi lawan mainnya di film. Namun publik meyakini kalau perseteruan itu sebagai bentuk promosi murahan untuk filmnya.
Kehidupan pribadi Dewi Persik pun penuh sensasi. Lepas dari Saipul Jamil, Dewi Perssik masih saja membuat publik bertanya-tanya, akankan Dewi Perssik rujuk kembali dengan Saipul Jamil? Karena DP dan Saipul Jamil masih sering tampil mesra. Dewi Perssik juga tak lepas dari nama sejumlah pria. Mengaku telah dilamar oleh pria berkebangsan Belanda yang memiliki darah Jerman-Melayu, lalu secara mengejutkan muncul berita DP keguguran. Akhirnya terungkap kalau DP telah menikah siri dengan artis Aldi Taher. Terakhir DP pacaran dengan artis Nicky Tirta.
4. Saipul Jamil
Sama dengan mantan kekasihnya, Saipul Jamil pun penuh sensasi. Lepas dari DP, Ipul, begitu biasanya Saipul Jamil disapa sering gonta-ganti pasangan. Namun akhir dari kisah cintanya dengan wanita-wanita itu tak pernah jelas. Petualangan cinta Saipul Jamil berakhir setelah ia menikah dengan Virginia. Sayang Ipul tak lama menikmati indahnya berumah tangga. Berapa bulan setelah menikah, Virginia tewas dalam kecelakaan mobil yang dikendarai suaminya sendiri di tol Cipularang, Bandung.
Setahun setelah kepergian Virginia, Saipul Jamil kembali menuai sensasi. Sudah ada beberapa wanita yang terlihat menggandeng mesra Ipul. Namun seperti biasa, tak pernah jelas ujungnya.
5. Julia Perez
Awalnya, sensasi tentang Julia Perez alias Jupe tak lepas dari penampilan seksinya. Foto-foto seksinya beredar luas di dunia maya. Aksi Jupe membagi-bagikan kondom saat peluncuran album dangdutnya dikecam berbagai kalangan. Ia pun dicekal dimana-mana. Tapi pencekalan itu tak membuat Jupe berubah penampilan. Berita mengejutkan dibuat Jupe, ketika ia mencalonkan diri sebagai Bupati Pacitan. Namun secara tiba-tiba ia pun mengundurkan diri. Kisah cintanya pun menarik perhatian publik. Lepas berpisah dari Damian Perez, Jupe menjalin cinta dengan Gaston Castano yang hingga kini belum mendapat restu dari ibundanya.
Perseteruannya dengan Dewi Persik cukup lama bergulir. Meski berkali-kali didamaikan, namun baik DP maupun Jupe terus saja melontarkan pernyataan yang membuat perseteruan itu semakin memanas. Sensasi Jupe lainnya adalah ketika ia menari di tengah jalan bak seorang penari striptis. Meski berpakaian tertutup, tapi aksinya itu mengundang perhatian publik. Jupe pernah tampil tertutup usai melakukan ibadah umroh, tapi kini ia kembali tambil dengan balutan busana seksi. Di beberapa filmnya, bahkan Jupe tak segan tampil topless.
Benar kan, sensasi dapat membuat seseoarang terkenal. Persoalan disukai atau tidak, kembali kepada Anda sebagai penikmat infotainment.(ROM)

BANJIR BANDANG

Banjir bandang menerjang Manado

Terbaru  15 Januari 2014 - 18:36 WIB

Tim SAR menyebut ini merupakan banjit terbesar di Menado dalam dua atau tiga tahun terakhir.
Banjir bandang menerjang ibu kota Sulawesi Utara, kota Manado dan sekitarnya, Rabu (15/01), akibat hujan deras yang mengguyur sejak Selasa malam hingga Rabu pagi.
Tim SAR Manado mengatakan, banjir yang dilaporkan merendam ratusan rumah ini merupakan yang terbesar dalam dua atau tiga tahun terakhir.
Laporan resmi menyatakan setidaknya empat orang meninggal dunia dan dikhawatirkan terus bertambah.
Sampai Rabu sore, upaya evakuasi terhadap korban masih sulit dilakukan, karena banjir yang terjadi di berbagai wilayah kota itu, kata Kepala Tim SAR Manado, Yanto Samijan.
"Kendalanya karena memang di setiap tempat, air cukup dalam, sehingga tidak bisa (bergerak) dari sisi satu ke sisi lain untuk membantu," kata Yanto Samijan, dalam wawancara dengan wartawan BBC Indonesia Heyder Affan, melalui telepon, Rabu (15/01) sore.
Sejumlah laporan menyebutkan setidaknya empat kecamatan di Kota Manado, yang paling parah mengalami banjir, dengan kedalaman maksimal antara dua dan empat meter.
Tim SAR Manado sejauh ini belum bisa memastikan berapa jumlah korban yang meninggal dunia.
Namun dalam wawancara dengan sebuah televisi swasta, Gubernur Sulawesi Utara S H Sarundajang mengatakan, setidaknya empat orang meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di Manado.

BERITA BMKG NEWS POP

Hingga Sepekan ke Depan, Hujan Lebat Masih Akan Sambangi Indonesia

Jumat, 24 Januari 2014 | 06:32 WIB
AGUS SUSANTO Ilustrasi Hujan Deras. KOMPAS/AGUS SUSANTO

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan dalam sepekan ke depan, 24 hingga 30 Januari 2014, sebagian besar wilayah Indonesia di bagian selatan dan timur berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir.

Data BMKG yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (24/1/2014) dini hari menyebutkan kondisi cuaca dipengaruhi daerah tekanan rendah di Laut Arafura, Papua, serta pumpunan angin memanjang dari Samudera Hindia hingga Jawa dan dari Selat Makassar hingga Laut Arafura. Selain itu, kelembaban udara cukup tinggi serta suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia yang hangat memengaruhi pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan dan timur.

Data BMKG
Disebutkan sejumlah wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat antara lain DKI Jakarta bagian selatan dan timur, Lampung bagian barat, dan Bengkulu bagian selatan.

Lalu, di Kalimantan Utara bagian utara dan timur, Kalimantan Timur bagian timur, Kalimantan Selatan bagian selatan, Banten bagian barat dan selatan, Jawa Barat bagian barat dan utara.
Selanjutnya wilayah Jawa Tengah bagian utara dan selatan, Jawa Timur bagian utara, timur, dan selatan, Bali bagian selatan, Papua Barat bagian barat dan selatan, Papua bagian selatan dan barat.
Adapun wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang puting beliung terjadi di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, Maluku, NTB, serta NTT bagian timur dan selatan.



 Tokoh Partai Demokrat Kompak Terjerat Kasus

Berita penetapan tersangka kasus suap wisma atlet Anas Urbaningrum oleh KPK sangat mengejutkan publik karena dari awal sudah mengelak dari tuduhan Nazarudin terkait Hambalang. Partai berlambang mercy ini semakin lama menunjukkan citra buruk saja di mata masyarakat orang-orangnya. Dari waktu ke waktu banyak tokoh yang tersandung kasus korupsi maupun suap yang melibatkan orang-orang penting.

Lalu masih percaya masyarakat terhadap partai ini yang sudah 2 periode menjadi partai penguasa, dengan munculnya kasus yang menimpa orang-orang partai maka akan semakin kandas di persainagan pemilu nanti. Ya sudah biarlah urusan negara biar pemerintah saja, mau dibawa kemana bangsa ini jika orang-orang penguasa hanya mementingkan diri sendiri. 

Informasi ini hanya memberikan contoh pelajaran bagi kita bahwa yang terjadi secara fakta adalah seperti ini kenyataannya. Berikut beberapa orang yang tersandung kasus korupsi dalam satu partai, benar-benar sangat kompak dan patut diacungi jempol.

1. Muhammad Nazaruddin

Muhammad Nazaruddin (lahir di Bangun, 26 Agustus 1978; umur 34 tahun) merupakan seorang pengusaha dan politisi Indonesia yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 dari Partai Demokrat dengan Daerah Pemilihan Jawa Timur IV. 

Setelah menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat pada tahun 2010, pada tahun 2011 Komisi Pemberantasan Korupsi menjadikannya tersangka kasus suap pembangunan wisma atlet untuk SEA Games ke-26. Nazaruddin ditengarai meninggalkan Indonesia sebelum statusnya menjadi tersangka dan menyatakan melalui media massa bahwa sejumlah pejabat lain juga terlibat dalam kasus suap tersebut, hingga akhirnya ia tertangkap di Cartagena de Indias, Kolombia.

Lanjut»
4 Tokoh Partai Demokrat Kompak Terjerat Kasus  (Gambar 1) 4 Tokoh Partai Demokrat Kompak Terjerat Kasus  (Gambar 2) 4 Tokoh Partai Demokrat Kompak Terjerat Kasus  (Gambar 3)
Klik gambar untuk perbesar
3 bulan yang lalu
 di 
 2. Angelina Patricia Pingkan Sondakh

Angelina Patricia Pingkan Sondakh atau dipanggil Angie (lahir di Australia, 28 Desember 1977; umur 35 tahun) adalah artis dan politisi Indonesia. Ia menjadi tersangka kasus korupsi dan suap terkati pembahasan anggaran proyek Wisma Atlet Palembang korupsi dan politikus Indonesia. 

Ia mulai dikenal setelah terpilih menjadi pemenang kontes kecantikan Puteri Indonesia 2001. Selanjutnya, ia terjun ke dunia politik dan terpilih sebagai Anggota DPR Republik Indonesia periode 2004–2009 dan 2009–2014 dari Partai Demokrat. Pada tahun 2012, ia menjadi tersangka kasus suap wisma atlet SEA Games yang melibatkan sejumlah politikus Indonesia lainnya.

3. Andi Alifian Mallarangeng

Andi Alifian Mallarangeng (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 14 Maret 1963; umur 49 tahun) adalah seorang pengamat politik Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Ia juga pernah menjabat sebagai juru bicara kepresidenan bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Ia juga menjabat pemimpin redaksi situs web presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada 7 Desember 2012, ia resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus proyek pusat olahraga Hambalang Bogor, Jawa Barat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) .

4. Anas Urbaningrum


Anas Urbaningrum
Anas Urbaningrum (lahir di Blitar, Jawa Timur, 15 Juli 1969; umur 43 tahun) adalah Ketua Umum DPP Partai Demokrat. Terpilih pada usia 40 tahun menjadikannya salah seorang ketua partai termuda di Indonesia. Sebelumnya ia menjalankan tugas sebagai Ketua Bidang Politik dan Otonomi Daerah DPP Partai Demokrat dan Ketua Fraksi Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat. 

Anas terpilih menjadi anggota DPR RI pada Pemilu 2009 dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII (Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kota Kediri, Kabupaten Kediri »
3 bulan yang lalu

dan Kabupaten Tulungagung dengan meraih suara terbanyak. Sejak terpilih menjadi ketua partai, ia mengundurkan diri dari jabatannya di DPR.

Kini Anas telah ditetapkan tersangka dalam kasus suap proyek wisma atlet atau hambalang, akankah partai ini akan bertahan dan berjaya lagi. Negara sangat membutuhakan orang yang menjadi penyelamat negara bukan menjadi pengkhianat bangsa dengan mengeruk kekayaan negara.